Jalan Tashawwuf

“Pepatah tua Turki mengatakan : “Meniti jalan tasawuf itu bagaikan mengunyah kacang panjang terbuat dari besi.”– Setelah rahang kita sakit, geligi kita rontok, kacang panjang besi itu tetap utuh.”

Meniti jalan tasawuf membutuhkan kesabaran yang sangat besar. Jalan itu juga sarat dengan kegembiraan meluap-luap dan kepuasan batin bagi siapa pun yang mencintai Tuhan…Menempuh dan mengikuti jalan kebenaran adalah perjuangan yang sangat berat dan penuh tantangan…Kenikmatannya ada ketika berjuang, ketika melakukan apa yang bisa dilakukan. Kita akan lebih berbahagia jika kita menikmati perjalanan ini meskipun dengan susah payah…

Ada 2 target yang berusaha diraih para salik di jalan tasawuf. Pertama, adalah pengembangan cinta dan keimanan. Dan yang kedua , adalah pelemahan nafsu yang narsistik…Sisi yang pertama adalah memperdalam cinta kita kepada Tuhan, membuka hati kita, belajar mencintai, dan meneguhkan keimanan kita. Sisi kedua ialah menjadi manusia yang lebih dewasa yang tidak terlalu dipengaruhi ego atau nafsu.”[]

(Dari Syekh Robert Frager; dalam “Obrolan Sufi_Untuk Transformasi Hati, Jiwa, dan Ruh”; 2013/ “Sufi Talks : Teachings of An American Sufi Sheikh”; 2012)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s