[2] Rela Melewati Pilihan Allah Swt

‘Imran bin al-Hashin tengah tergolek di pembaringannya yang berupa jalinan daun pohon kurma. Ia tidak dapat bergerak sama sekali. Bahkan, untuk miring sekalipun. Apalagi untuk duduk atau berdiri. Lumpuh.

Bertamulah Muthrif dan saudaranya, ‘Ala’. Siapa yang tidak teriris hatinya memandang seorang yang tergolek tak berdaya dalam jangka yang begitu lama. Tiga puluh tahun! Hanya terlentang. Tanpa pernah duduk, berdiri, bersandar, apalagi sampai berjalan ke luar rumah menyaksikan pemandangan. Semua kata itu seolah tidak pernah ada di dalam ingatannya. Muthrif dan ‘Ala’ pun cepat merasakan matanya mengembun dan berkaca-kaca.

Kadang orang yang mengalami jauh lebih tegar daripada yang mengamati. Demikian juga ‘Imran bin al-Hashin, yang berbalik mengajukan pertanyaan lebih pada mempertanyakan sebenarnya,”Mengapa kalian menangis?”

“Menyaksikan betapa berat cobaan hidupmu, Saudaraku…Itulah yang memicu langit di hati kami menggerimis,”jawab salah satu tamunya.

“Jangan lagi ada air mata, wahai sahabat,” pinta ‘Imran al-Hashin.

Ia menjelaskan alasan dari permintaannya itu,”Bagiku apa yang paling disukai oleh Allah berkaitan dengan diriku…itulah juga yang paling kusukai menimpa diriku.” ‘Imran bin al-Hashin sepenuhnya memilih apapun pilihan Allah untuknya. Baginya, pilihan Dia selalu yang terbaik.

“Aku ingin berkisah, namun kuminta sepanjang aku masih hidup jangan kalian bocorkan cerita ini kepada siapa pun juga. Beberapa hari yang telah lewat, serasa beberapa Malaikat mendatangiku. Dapat kurasakan kehadiran mereka. Manakala mereka mengucapkan salam, telingaku juga sungguh mendengarnya. Karenanyalah aku semakin yakin bahwa cobaan ini bukan satu hukuman untukku. Sakit inilah yang menyebabkan aku mendapat ucapan salam dari para Malaikat. Lalu, apa perlunya keluh kesah? Siapa pun, aku pikir, jika melihat Malaikat menyemangatinya dalam melewati cobaan yang tengah dialaminya, tentu akan ridha atas semua itu…”[]–(seperti dituturkan oleh Imam al-Ghazali, dalam Ihya’ ‘Ulum ad-Din)

(*Dikutip dari : “Tangisan Langit_Kisah-kisah Terpilih tentang Air Mata para Nabi dan Orang-orang Saleh”; Imam Sibawaih El-Hasany dan Yunan Askaruzzaman Ahmad; 2013)

~ Catatan terkait, berjudul : Catatan Sufistik Tentang Sakit | Suluk

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s