Arsip Penulis: Hening Darwis

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.

A Note While Diving In The Deep Sorrow, part 1

“………..let’s live in the moment. When one door closes, another one opens. So let’s live in the moment. No point holding onto what’s broken……………..”   “All the time you been wasting. Day in the waste………………….It’s time you replace them……”   … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , ,

Dua Kutipan di Penghujung Tahun : Bagian 2 (++ catatan tambahan)

Kutipan 1—————– DISALIN dari tulisan T.S dalam “Kajian Suluk” tertanggal 31 Desember 2018 “…..orang beriman niscaya akan banyak dihujani dengan hal yang tidak menyenangkan. KENAPA? Targetnya justru mengukur gejolak hati masing-masing, sejauh mana hati menyerang balik, sebesar apa keganasannya. Semakin … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hati, Uncategorized | Tag , , ,

Dua Kutipan di Penghujung Tahun : Bagian 1

Kutipan Pertama————- “Belajar Bersama Tuhan” (Sumber : Anonim/ Unknown) #1… Menyakitkan sekali belajar bersama-Mu, Tuhan Belum lagi aku paham Belum lagi aku lolos Belum lagi aku lulus Belum lagi aku bisa melesat ke titik terindah menurut otakku dalam lingkaran takdir … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hati, Uncategorized | Tag

Mengkambinghitamkan Takdir

“Seseorang  tidak dapat beralasan dengan menyatakan ia melakukan dosa karena suratan takdirnya. Sementara, pada saat yang bersamaan ia juga tahu bahwa hal itu dosa, dan dirinya pun mempunyai kehendak dan kemampuan untuk berbuat, baik aktif maupun pasif. Andaikata mereka diperkenankan … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , ,

Dosa dan “Sebab – Akibat”

Dalam sudut pandang sebab-akibat, dosa yang digambarkan sebagai bentuk kemahabijakan Allah Swt. dapat dirunut sebagai berikut : Kalaupun Allah Swt. menakdirkan sesuatu yang Dia benci dan Dia murkai, maka hal itu tidak lain adalah murni kebijakan-Nya. Akibat kebijakan-Nya itu, maka … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , ,

Fenomena Ketujuh : Taufik dan Penelantaran

[Penyaksian manusia ketika melakukan maksiat dapat dikelompokkan dalam 13 masyhad (pemandangan/ pengalaman lahir-batin), yaitu : 1) penyaksian yang disimbolkan hewan, 2) pemenuhan syahwat, 3) naluri dan insting serta pemenuhannya, 4) pemaksaan, 5) kekuasaan, 6) hikmah, 7) mendapat taufik dan terjerumus, … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , ,

TAHU? apa PAHAM?

“Dialog adalah pertukaran makna, bukan semata penyampaian kata” Antara tahu dan paham, kiranya berdiri pada sumber yang berbeda. Tahu, merupakan hasil dari buah pikir, ditandai sensasi yang terletak pada seputaran kepala Sedangkan paham, adalah buah dari rasa, hingga sensasi yang … Baca lebih lanjut

Galeri