WAHAI DIRIKU

Wahai diriku…

Adalah fitrah insan tak pernah lepas dari kesalahan. Ada nan sengaja, ada nan tidak.

Kesempurnaan manusia bukanlah sebab ia tak pernah salah, melainkan sebab akal dan hati yang diberikan kepadanya, hingga ia mampu memilih satu dari dua pilihan.

(#give me Your Mercy, help me, my Lord)

Jika akibat kesalahan yang tak disengaja pun diri ini mesti bertaubat, apatah lagi pada ia nan disengaja? Jika pada kesengajaan diri ini mesti bersungguh-sungguh dalam penyesalan, apatah lagi pada ia nan tak disengaja?

(#give me Your Mercy, help me, my Lord)

Wahai diriku…

Kasih dan karunia-Nya, tak pernah berkurang. Kasih dan rahmat-Nya, selalu mendahului murka-Nya. Siksa-Nya memang pedih, takkan sanggup ditanggung walau siapa pun. Namun ampunan-Nya, wahai diriku, melampaui segala sesuatu.

(#give me Your Mercy, help me, my Lord)

Wahai diriku…

Berkali-kalinya kau terjerumus dalam kubangan dosa, sungguh jangan pernah menghentikanmu dari kesungguhan taubat. Sebab meski ia murka pada keburukan yang kau kerjakan, ampunan-Nya tak pernah surut, begitu pun nikmat-Nya.

Bukankah kau tetap bernafas meski memiliki daftar maksiat sedemikian panjang?

Nafasmu itu kan jadi saksi atas kesalahanmu. Namun nafasmu berikutnya, bisa jadi saksi pula atas kesungguhanmu untuk kembali.

(#give me Your Mercy, help me, my Lord)

Wahai diriku…

Dia janjikan ampunan, tanpa batas, selama kau singkirkan putus asa dari-Nya.

Rasa putus asa adalah keraguan pada nama-Nya yang agung, Sang Maha Pengampun.

Keraguan itu adalah keburukan yang bisa jadi lebihbesar daripada kesalahanmu.

Wahai diriku…

Jangan lelah bertaubat. Sebab Dia tak lelah mengampuni, meski kau terkadang lelah memohon ampun.

(#give me Your Mercy, help me, my Lord)[]

[Naskah asli : #102- Jangan Lelah Bertaubat, dalam : #NasihatDiri _ Menyelami Hidup dari Makna ke Makna]

Catatan terkait : Fenomena Ketujuh : Taufik dan Penelantaran

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di kesedihan, penyesalan, Uncategorized. Tandai permalink.