Larik-larik Rindu Membara untuk-Nya (8)

~ Untaian sebelumnya, termuat dalam : Larik-larik Rindu Membara untuk-Nya (7)

Dariku Kauharap apa?…

Tak kusuka tembok. Tahu Kau? Sejauh-jauh usia hanya rindu tergembok…;

Jangan tolak mabukku, ya Kekasih, sebab telah kubayar lebih mahal dari diriku sendiri

Beribu anak panah yang menancapi tubuhku tidaklah mengakibatkan apa-apa kecuali cinta mendidih…

…sungguh jangan tolak mabukku, ya Inti Sukma, sementara maafkan pasrahku yang penuh rasa penasaran

Cinta-Mu yang panas telah membuat tubuhku berkeringatkan rindu yang tak habis-habisnya menetes…;

Kepada-Mu asal muasalku

Apa Kau tunggui saja hingga matiku dalam sakit sepedih ini

Sudah jelas luka takkan usai karena tempat tinggalnya di rohani…

…lihatlah penat aku terbaring menangisi-Mu

Sudah lama tak bisa kutahan cinta kesumatku…

(* semua larik dikutip dari : “Sajak”, “Jangan Tolak Mabukku”, dan “Terbaring”, dalam : “Cahaya Maha Cahaya”, Kumpulan Sajak; Emha Ainun Nadjib; 2004)

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di syair cinta sufistik dan tag , , , . Tandai permalink.