Istirahat dengan Tenang di Sisi-Nya

Tubuh membutuhkan istirahat.

Secara jasadi, istirahat yang paling sempurna adalah tidur.

Selain badan jasmani yang kasat mata, manusia memiliki badan ruhani yang tidak terlihat. Namun tidak setiap orang sadar tentang hal ini sehingga ketika raga berbaring di peraduan, jiwa tidak ikut mengambil jeda. Ia dipaksa terus bekerja. Kesibukan duniawi masih dibawa ketika mata memejam dan beban hidup terbawa sampai mimpi. Tidur nirkualitas.

Terlebih jika pikiran dan perasaan dibiarkan karut marut bagai ranjang yang berantakan, badan akan sangat gelisah berguling ke sana-kemari ketika tidur. Seolah tidak bisa diam, tidak pula bisa berhenti. Bangun tidur, tubuh tidak bugar karena kepenatan tidak dilepas selama masa istirahat. Pada akhirnya, ketika harus bekerja lagi, kita tidak sanggup berkarya dengan baik karena raga tak cukup tenaga. Makanan dan suplemen tak mampu menggantikan tidur.

Padahal, cara istirahat badan ruhani sungguh nikmat : tawakal kepada Allah.

Ketika akal sudah sampai batas, hati sudah di ambang cemas, bahkan harapan telah menipis, dan alarm tubuh berbunyi, ketika itulah kita tahu telah tiba waktunya untuk berserah. Ada kekuatan Maha Dahsyat dari Allah Yang Maha Baik yang selalu menolong makhluk-Nya. Allah selalu hadir saat dibutuhkan maupun ketika merasa tak membutuhkan-Nya.

“Tiada yang dapat memberi pertolongan selain dengan izin-Nya”(QS Al Baqarah; 255)

Hanya, sering kali kita terlalu angkuh untuk menyerah. Seolah segala hal bisa kita kerjakan dan taklukan seorang diri, bahkan tanpa bantuan orang lain;

Bismillaahi tawakkaltu ‘ala’llaah, wa laa hawla wa laa quwwata illa bi’llaahi’l-aliyyil ‘adziim. Dengan nama Allah, hamba berserah diri kepada-Nya, dan tiada daya, tiada pula upaya, selain dengan pertolongan-Nya. Jelaslah Allah Maha Menolong. Nabi Ya’qub telah memberi contoh tentang bagaimana berserah kepada Allah saja : “Sesungguhnya kepada Allah-lah saja aku mengadukan kesusahan dan kesedihan. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang kau tidak mengetahuinya.”(QS Yusuf: 86)

Sesungguhnya pun Allah memastikan bahwa setan tidak akan mencelakakan manusia yang telah berserah diri kepada-Nya.

“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.”(QS An-Nahl: 99)

…Jika kita beriman kepada Allah, meyakini betapa Dia Maha Kuasa mengatur dan menyelesaikan segala urusan, badan jasmani dan ruhani dapat tenang beristirahat. Manusia toh memang serba terbatas dan hanya Allah Yang Maha Tidak Terbatas.

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan untuk tiap-tiap sesuatu.”(QS Ath-Thalaaq: 3);

Allah Maha Menjaga dalam siaga dan lena manusia. Allah Maha Melindungi dalam keadaan kita terjaga maupun lupa. Alangkah indah jika menyadari kehadiran Allah bahkan ketika kita tak sanggup lagi mengingat-Nya karena keterbatasan diri. Istirahat adalah salah satu di antara keterbatasan diri itu. Dan istirahatnya badan ruhani dengan bertawakal. Allah tiada tidur, tiada pula mengantuk, dalam melindungi makhluk-makhluk-Nya.

“Dia Pelindung kami dan hanya kepada Allah-lah orang beriman bertawakal.”(QS At Taubah: 51)

Jika istirahatnya dengan bertawakal, badan ruhani bekerja dengan berpikir.

Makanan ruhani kita dzikir ‘ala ‘l-llah, mengingat Allah.

Badan ruhani berolahraga dengan cara berdiskusi.

Tidak hanya badan jasmani yang harus selalu dijaga kesehatannya dengan pola hidup yang baik. Badan ruhani juga membutuhkan pola hidup yang sama baiknya. Apalagi, dalam banyak hal, kekuatan ruhanilah yang menentukan jalannya kehidupan.

Dan, tawakal merupakan istirahat yang nikmat.

Kini, istirahatlah dengan tenang.

Sesungguhnya Allah bersama kita, senantiasa.[]

(* Dikutip dari : “Ikhlaskanlah Allah”, Candra Malik; Candra Malik; 2014)

~ Catatan terkait, berjudul : Tawakkal | Suluk

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.