Lara Sang Darwis

Sekelompok penjahat bertemu dengan darwis, mereka melontarkan kata-kata kasar, memukul dan menganiaya.

Darwis itu melapor kepada seniornya dan menjelaskan masalah yang dia alami.

Seniornya menjawab,”Putraku, jubah tambalan milik darwis adalah pakaian yang digunakan sebagai tanda dan siapa yang memakainya dan tidak bisa menahan luka hatinya, berarti dia tidak benar-benar menghayati pemakaian jubah tersebut.”

“Jika dia melukaimu, cobalah engkau menahannya. Karena memaafkan akan menyucikan engkau dari dosa. Wahai saudaraku, segalanya akan berakhir menjadi debu, jadilah debu sebelum engkau terkubur bersama debu.”

Jika seseorang melukaimu, janganlah bersedih. Karena tidak ada kesedihan maupun kematian yang berasal dari manusia. Ingatlah bahwa teman ataupun musuh, semua berasal dari Tuhan. Karena hati mereka di bawah penjagaan-Nya; Meskipun anak panah yang dilontarkan dari busur mengenai tubuhnya, orang bijak akan melihat siapa pemanahnya.”[]

(* Dikutip dari : “Gulistan Sa’di“; Syekh Musliuddin Sa’di Shirazi [Gulistan; Bab I- Kisah 24, dan Bab II- Kisah 41; 2005])

~ Catatan terkait : Obat Sakit Hati

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jihad Akbar, sufism; tashawwuf, Syekh Musliuddin Sa'di Shirazi, tazkiyatunnafs dan tag , , , , . Tandai permalink.