“Pujian adalah Penyembelihan”

“Pujian adalah penyembelihan,” Umar r.a berkata.

Itu karena orang yang dipuji akan lalai dari amal. Pujian akan mengakibatkan kelalaian. Selain itu, pujian akan mengakibatkan kesombongan dan ujub, dua sifat yang sungguh membinasakan seperti penyembelihan.

Al-Hasan al-Bashri menceritakan,”Suatu ketika Umar r.a duduk dan beliau membawa susu, sementara orang-orang berada di sekelilingnya. Tiba-tiba al-Jarud datang. Kemudian seseorang berkata,’Ini sungguh penghulu tempat perbekalan.’ Umardan orang-orang di sekelilingnya mendengar kata-kata lelaki itu, demikian pula al-Jarud. Ketika al-Jarud semakin mendekat kepada Umar, Umar menyiramnya dengan susu itu. Al-Jarud bertanya,’Ada apa antara saya dan anda, wahai Amirul Mukminin!?’ Umar menjawab,’Ada apa antara aku dan engkau!? Bukankah engkau juga mendengarnya?’ Al-Jarud menjawab,’Ya, saya mendengarnya. Lalu kenapa?’ Umar menjawab,’Aku khawatir hatimu ternoda oleh sesuatu darinya, maka aku lebih suka untuk menunduk darimu (tidak menyanjungmu).'”

Orang yang dipuji berbuat kebaikan akan merasa senang dan rela karena pujian itu, sehingga dia lengah terhadap diri sendiri. Orang yang kagum terhadap diri sendiri, kewaspadaannya akan kurang. Orang yang sigap beramal hanya orang yang rendah hati.

Apabila banyak mulut memujinya, dia akan mengira dirinya telah sampai. Oleh karena itu, Rasulullah Saw bersabda,”Engkau telah memengggal leher sahabatmu jika memperdengarkan padanya sesuatu yang membuatnya senang.” Rasulullah Saw juga bersabda,”Jika engkau menyanjung saudaramu di hadapannya, seakan-akan engkau sedang menghunus pisau di tenggorokannya.” Rasulullah Saw berkata kepada seorang lelaki yang memuji orang lain,”Engkau telah melukai lelaki itu, semoga Allah melukaimu.

Rasulullah Saw bersabda,”Seseorang mengunjungi orang lain sambil membawa pisau tajam, itu lebih baik baginya daripada memujinya orang itu di hadapannya.”[]

(* dikutip dari : kitab Tashfiyat al-Qulub min Daran al-Awzar wa al-Dzunub (edisi Indonesia : “Pelatihan Lengkap Tazkiyatun Nafs”; Syekh Yahya ibn Hamzah al-Yamani; 2012)

~ Catatan sebelumnya, berjudul :Pujian

————————————-  # Judul-judul catatan lain, termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jalan Suluk, Jihad Akbar, sufism; tashawwuf, Suluk, Syekh Yahya ibn Hamzah al-Yamani, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , . Tandai permalink.