Orang Bodoh

Tentang orang bodoh, Imam Ali bin Abi Thalib r.a berujar,”[Orang bodoh bagaikan] lalat kecil yang terbang kesana kemari; ia tidak mempunyai akal yang mengendalikan dirinya. Ia tampak hina, menjijikkan, dan memancing kemarahan.

Imam Ali r.a juga mengatakan,”Mereka suka mengikuti teriakan.” Maksudnya, ketika mereka mendengar suara seruan orang, mereka akan segera datang menemuinya tanpa bisa membedakan apakah sang pembicara orang berilmu atau hanya orang yang gemar mengumbar ocehan tak bermakna.

Tentang sifat orang bodoh yang paling menonjol, Imam Ali berkata,”Mereka pergi ke mana pun angin berhembus, tidak bisa memanfaatkan cahaya ilmu, dan tidak mempunyai pendirian yang jelas dan tegas.”

Luqman al-Hakim mengutarakan,”Ada 3 ciri orang bodoh : marah tanpa alasan yang benar, memberi kepada yang tidak berhak, dan banyak bicara tanpa ada gunanya,” (~ Jadi, camkan lagi catatan dengan judul : “Diam itu Emas” dan Menjaga Lisan | Catatan Sufistik | Suluk )

Sahal berujar,”Semua kemaksiatan telah tersebar dan aku tidak melihat kemaksiatan yang lebih besar daripada kebodohan.” Ia ditanya,”Apakah ada sesuatu yang lebih besar daripada kebodohan?” Ia menjawab,”Ya, yaitu kebodohan (ketidaktahuan) akan kebodohan.”[]

(* Dikutip dari : “‘Ilm al-Qulub (I)”/ “Buku Saku Hikmah dan Makrifat_Mengerti Kedalaman Makna Berilmu dan Bertauhid dalam Kehidupan”; Syekh Abu Thalib al-Makki; 2013)

————————————-  # Judul-judul catatan lain, termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jihad Akbar, Rintangan dalam Suluk, sufism; tashawwuf, Suluk, Syekh Abu Thalib al-Makki dan tag , , . Tandai permalink.