Upaya-upaya Setan

…Pesuluk harus mengetahui bahwa setan mencurahkan segala tenaganya supaya manusia dalam setiap keadaannya tercegah dari jalan menuju Allah. Dan, bila jalan yang biasa, yaitu hawa nafsu, sudah tidak dapat dibuatnya untuk menyimpangkan manusia, maka ia berusaha menyelewengkan manusia melalui jalan-jalan syariat dan akal. Bila manusia tidak juga mampu dikuasainya melalui jalan ini, maka setan akan mengganggu dengan mengatakan bahwa,”Urusanmu telah selesai; engkau tidak akan pernah mampu melakukan taubat yang hakiki. Taubat yang hakiki memiliki syarat-syarat, engkau mana mampu mengamalkan syarat-syarat itu! Dan, bila syarat-syaratnya tidak mampu engkau lakukan, maka tidak bertaubat lebih baik daripada taubat bohong-bohongan.” Di samping itu, setan akan mengatakan,”Engkau begitu banyak melakukan dosa, tentu kelayakan dan kebahagiaan untuk diterimanya taubat tidak akan mungkin engkau peroleh.”

Bila pesuluk mendengarkan ocehan-ocehan ini dan menerimanya, ia akan kalah, dan setan yang terkutuk akan memenuhi keinginannya.

Adapun bila ocehan-ocehan setan ini ditolaknya, dan mengatakan,”Pertama, rahmat Allah yang mampu diimajinasikan adalah rahmat yang membuat engkau (Iblis) tidak berputus asa dan doamu mustajab. Kedua, bila aku tidak mampu mencapai taubat hakiki yang sempurna, maka sebatas mana pun taubat yang aku lakukan, akan aku lakukan,” mungkin saja Allah Yang Maha Pengasih, dengan kadar taubat yang aku lakukan ini, akan memberiku petunjuk untuk mengantarkanku ke jenjang taubat yang lebih tinggi dan lebih sempurna. Dan, bila aku [berhasil] melakukan [taubat] itu, maka lagi-lagi Allah akan memberikan kepadaku petunjuk yang lebih tinggi sehingga aku disampaikan-Nya kepada taubat yang sempurna. Sebagaimana “kebiasaan” Allah memang demikian. Namun, bila ucapanmu yang aku dengar, tentu kehancuran, ketidakselamatan, dan keterputusasaan yang pasti [menimpa], di mana semua itu merupakan dosa besar yang menghancurkan, yang mungkin saja akan berimbas pada penyegeraan dan bertambahnya azab serta kerugian dunia dan akhirat.”[]

(* Dikutip dari : “Risalah Sayr Wa Suluk_Tuntunan Menuju Perjumpaan Ilahi”; diterjemahkan dari “Risalah Liqa’uLlah”; Jawad Maliki Tabrizi; 2014)

~ Catatan terkait, berjudul : Tujuh Jalan Setan Menipu Manusia (menurut Imam Al-Ghazali)

————————————-  # Judul-judul catatan lain, termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jalan Suluk, Jihad Akbar, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , . Tandai permalink.