Ketidakterikatan

~ Catatan terkait : “sadar” dan “hadir”

Salah satu cara terbaik untuk menjadi lebih sadar (* dalam perjalanan spiritual yang kita tempuh) adalah mengurangi keterikatan kita kepada dunia dan segala sesuatu selain Allah. Sebab, keterikatan kita pada segala sesuatu selain Allah akan terus mengalihkan perhatian kita dari upaya untuk mendekati-Nya.

Alkisah…seseorang meninggalkan karir yang menjanjikan sebagai arsitek untuk mengabdikan dirinya di Jalan Kebenaran. Ia belajar pada perusahaan yang menghimpun sekelompok arsitek muda yang memilih belajar kepada arsitek yang ternama. Ketika bertemu dengan mursyidnya, ia memutuskan meninggalkan perusahaan untuk menempuh Jalan Kebenaran.

Suatu hari, seorang darwis senior mengunjungi sang mursyid. Darwis senior itu adalah pengusaha yang sangat kaya. Ia membelikan untuk sang mursyid banyak makanan yang lezat dan mahal yang diimpor dari Timur Tengah. Sang mursyid dan darwisnya itu makan bersama, menikmati kelezatan makanan mahal itu.

Saat melayani keduanya, darwis muda berkata kepada dirinya sendiri,”Aku tinggalkan karirku demi mengabdikan diriku di jalan ini. Aku meninggalkan dunia dan ambisi duniawiku, tetapi kini aku melihat betapa mursyidku menikmati dunia, betapa terikatnya ia pada benda-benda duniawi ini.”

Pada saat itu sang mursyid menoleh, melihat sang darwis muda, dan berkata,”Anakku, kau tidak memahami ketidakterikatan. Ketakterikatan bukan berarti kau gagal menikmati apapun yang Tuhan kirimkan kepadamu. Ketidakterikatan berarti kau tidak merasa kehilangan karunia-karunia itu diambil kembali oleh Sang Pemilik.”

…Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bersifat permanen. Sedikit demi sedikit semuanya akan pergi, termasuk kesehatan, stamina, serta energi mental dan fisikal.

…Sebagaimana dikemukakan sang mursyid pada darwisnya yang masih muda dalam kisah di atas, semestinya kita berusaha menikmati anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita dan tidak merasa kehilangan atau menyesalinya ketika Tuhan mengambilnya kembali. Itulah makna ketidakterikatan…[]

(* Dikutip dari : “Sufi Talks: Teachings of an American Sufi Sheikh“; 2012/ “Obrolan Sufi, Untuk Transformasi Hati, Jiwa, dan Ruh”; Syekh Ragip Frager (Robert Frager, Ph.D); 2013)

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jalan Suluk, Jihad Akbar, sufism; tashawwuf, Suluk, Syekh Ragip Frager, taubat, tazkiyatunnafs dan tag , , , , . Tandai permalink.