Keep The Faith

…”Sang Mahasuci lalu menyapa,’Wahai para pecinta-Ku, wahai para pengenal diri-Ku, sibukkanlah diri kalian dengan-Ku. Selain Aku, campakkan dari lubuk hatimu. Jika kalian telah demikian, bergembiralah! Sebab, di sisi-Ku kalian memiliki kemuliaan dan kedekatan pada hari perjumpaan dengan-Ku kelak’.”

“Maka Allah memanggil Malaikat Jibril,’Wahai Jibril, demi kedua pandangan-Ku. Siapa yang tenggelam dalam lautan firman-Ku, mencari tempat berlabuh di sisi-Ku, dan terduduk bersimpuh di serambi-Ku, Aku sungguh mengamati mereka dalam kesendiriannya, Aku sungguh tersentuh oleh rintihan tangis mereka, Aku benar-benar menyaksikan segala usaha dan langkah mereka kala menghampiri-Ku. Tanyakan kepada mereka, hai Jibril,’Mengapa air mata yang menyentuh-Ku ini masih juga mengalir membasahi pipi kalian? Untuk apa semua ketidakberdayaan yang kalian pergelarkan kepada-Ku ini? Pernahkah kalian mendengar atau adakah yang mengabarkan kepada kalian jika seorang kekasih tega menyakiti hati pecintanya? Jika manusia saja begitu, apalagi Aku! Bukankah kalian mengetahui bahwa Aku Mahamulia, sehingga mana mungkin Aku mengusir mereka yang sengaja mengunjungi-Ku?’

“Mustahil Aku merendahkan mereka yang memuliakan-Ku. Bagaimana bisa pada Hari Kiamat Aku bersembunyi dari mereka yang lebih mementingkan-Ku atas segala rupa ciptaan dan bahkan diri mereka sendiri, yang merasa damai kala menyebut nama-Ku. Mungkinkah Aku sorong menjauh mereka yang tengah berdiri gemetar di atas kakinya seraya sandarkan tubuhnya ke dada-Ku? Mungkinkah Aku menyakiti mereka yang bermanja-manjaan dengan-Ku jika malam hari telah menyelimuti dunia? Bagaimanapun jua, mereka telah memisahkan dirinya dari selain-Ku, mereka nyaman dengan menyebut-nyebut nama-Ku, mereka takut akan siksaan-Ku, dan mereka terus mencari kedekatan dengan-Ku.’

“Karena itu, Aku bersumpah dengan Diri-Ku sendiri, niscaya akan Aku angkat kesepian dari hati mereka. Pastikan, Aku akan menjadi sahabat karibnya sampai mereka berjumpa dengan-Ku. Jika mereka telah bertatapmuka dengan-Ku pada Hari Kiamat nanti, karunia pertama dari-Ku adalah Aku berkenan menyibak paras-Ku. Sehingga, mereka dapat memandangi-Ku dan Aku dapat menatap mereka. Kemudian, Aku persiapkan bagi mereka hal-hal di mana Aku saja yang mengetahuinya.”…[]

..Puja puji adalah kembang yang berhamburan dari rindu yang sarat kepiluan mendalam. Air mata, duta hati yang menggelepar dalam rindu tiada tertahan…”

(* Dikutip dari judul asli “Sang Malam Yang Terabaikan”, dalam “Tangisan Langit_Kisah-kisah Terpilih tentang Air Mata para Nabi dan Orang-orang Saleh”; Imam Sibawaih El-Hasany, Yunan Askaruzzaman Ahmad; 2013.; sumber asli tulisan : “Hilyat al-Awliya Wa Thabaqat al-Ashfiya“, Abu Nu’aim);

Catatan lainnya, berjudul : Suluk, Jalan Pertaubatan | Imam Sibawaih El-Hasany

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Imam Sibawaih El-Hasany, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Khazanah Cinta dalam Tashawwuf, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.