Longing For Thee

“Hanya mengandalkan-Mu

Jika tidak, tidak akan tercurah isi hati ini;

Tunduk berlinang air mata

Linangan air mata, bercucuranlah pada relung hati;

Butuh ingin kembali

Merintih dan merindu;

Sungguh lama masa penantian

Hati berkeping-keping dalam harapan

Harapan penderitaan akan ringan ketika mengingat-Mu;

Wahai Kekasih

Wahai puncak dan akhir tujuanku

Muliakanlah aku dengan ampunan-Mu;

Aku tempatkan cinta kepada-Mu di dalam rumah

Cintaku kepada selain-Mu berkeliling di pekarangan rumah

Simpul tali kasih selain-Mu adalah batil

Tak layak cinta kecuali bagi Yang Awwal dan Yang Akhir”[]

(* Kumpulan penggalan-penggalan kalimat cinta dari sekian bait yang tak berurutan, dikutip dari : “Thaharah Al-Qulub wa Al-Khudu’li Allam Al-Ghuyub“/ Terapi Menyucikan Hati : Kunci-kunci Mendekatkan Diri Kepada Ilahi”, Syaikh Abd Al-Aziz Al-Darini; 2013);

Abu Ubaidah menangis dan berkata,”Telah lama aku merindukan-Mu. Percepatlah kedatangan-Mu kepadaku. Kerinduan melindungiku untuk tetap tegar.”

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Ekspresi cinta, Hati, Jalan Suluk, Khazanah Cinta dalam Tashawwuf, Qalb, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk, Syaikh Abd Al-Aziz Al-Darini, syair cinta sufistik dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.