Munajat Imam Ali bin Abi Thalib k.w

“Mohon maaf,

Bukankah Engkau dengar, wahai Dzat Pemberi karunia

Atas seruan doa dari hamba lemah yang ditimpa musibah

Yang tenggelam dalam lautan sedih dan gelisah

Terpenjara kesedihan dan dosa-dosa?

Itulah aku,

Yang tiada hari, kecuali menyeru dengan rendah hati

Sungguh-sungguh berdoa dan memohon

Karena terasa sempit bumi ini bagiku

Sementara penduduknya tidak tahu obatku apa

Sambutlah tanganku, wahai Dzat Yang Mahaagung, wahai Harapanku

Aku sungguh sangat berharap ampunan-Mu

Kini aku datang dengan tangis, rahmatilah tangisku itu

Aku menangis karena malu, betapa banyak dosaku pada-Mu

Aku terjerat gundah gulana, Engkaulah Sang Penghapus lara

Aku sakit, Engkaulah Penyembuhnya

Harapan telah menegurku dan aku pun menyeru

Wahai Rabb-ku, wujudkan harapanku

Bagiku mungkin azablah balasannya

Namun, aku berlindung dengan anugerah-Mu

Wahai Dzat tumpuan harapanku

Mohon kiranya Engkau beri aku maaf

Sebab aku tengah dirundung musibah dan penat”

(* Sumber : Nasha’ih Al-Ibad fi Bayani Alfazhi Munabbihat ‘ala Istidad li Yaum Al-Ma’ad; Syaikh Nawawi al-Bantani; Nashaihul ‘Ibad, Kumpulan Nasihat Pilihan Syaikh Nawawi al-Bantani, 2013)

~ Catatan lain, berjudul : Imam Ali bin Abi Thalib k.w berkata :

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Imam Ali bin Abi Thalib, Jalan Suluk, Jihad Akbar, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , , . Tandai permalink.