Syukur saat Senang dan Susah

Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Ketika anak seorang hamba wafat, Allah berkata kepada para malaikat-Nya,’Kalian telah mengambil nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Ya.’ Lalu Dia bertanya,’Apa yang diucapkan hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Dia membaca hamdalah (“Alhamdulillah”) dan istirja (“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”).’ Lalu Allah berkata,’Dirikanlah rumah di surga untuk hamba-Ku ini, dan namailah rumah itu dengan bait al-hamdi (rumah pujian).'”(HR. Tirmidzi; hadits hasan)

Rasulullah Saw bersabda,”Orang yang paling awal dipanggil ke surga adalah orang-orang yang memuji Allah di waktu senang dan susah.”(HR. Hakim; shahih berdasarkan syarat Muslim, dan adz-Dzahabi menyepakatinya)

Rasulullah Saw bersabda,”Tuhanku menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung-gunung di Mekah menjadi emas. Aku menjawab,”Tidak, wahai Tuhan. Akan tetapi, (biarkan) aku kenyang pada satu hari dan lapar pada hari yang lain. (Beliau mengucapkannya sebanyak 3 kali atau sekitar itu). Jika aku lapar, aku di hadapan-Mu dan berdzikir kepada-Mu. Dan jika aku kenyang, aku bersyukur kepada-Mu dan memuji-Mu.”(HR. Tirmidzi; hadits hasan)

(* Sumber : Haqa’iq at-Tashawwuf; Syaikh Abdul Qadir Isa; Hakekat Tasawuf, 2010)

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah Saw, Hadits, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Rasulullah Saw, sufism; tashawwuf, Suluk, Syaikh Abdul Qadir Isa, Syariat dalam Suluk, Wajib dalam Suluk dan tag , , , , , . Tandai permalink.