Mengasihi dan Menyayangi

Dalam hadits Qudsi disebutkan bahwa Allah Ta’ala berfirman,”Jika kalian menginginkan kasih-Ku, maka sayangilah makhluk-Ku.”(HR. Bukhari dan Muslim), dan “Kasih sayang-Ku pasti Ku-berikan kepada mereka yang saling berkasih sayang di jalan-Ku, saling berkumpul memenuhi panggilan-Ku, saling memberi pada jalan-Ku dan saling berziarah berkunjung karena aku.”(HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, Ibnu Hibban, dan Baihaqi dari Mu’adz)

Rasulullah Saw bersabda,”Orang-orang yang penyayang disayang oleh Yang Maha Penyayang Tabaraka wa Ta’ala. Maka sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.”(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, I, h. 455 dari Ibn Rajab al-Hanbali, bahwa Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dari Sa’id al-Muqbiri bahwa seseorang menemui Isa ibn Maryam a.s lalu bertanya,”Wahai pengajar kebaikan, apakah cara yang bisa membuatku bertakwa kepada Tuhan sebagaimana Dia kehendaki?” “Mulailah dari cara yang mudah : cintailah Tuhan dengan segenap hatimu, berusahalah berbuat baik sekuat tenaga, dan sayangilah anak manusia sebagaimana kau sayangi dirimu.”jawab Nabi Isa a.s. “Siapakah anak manusia yang kau maksud, wahai pengajar kebaikan?” tanya orang itu. Sang Nabi menjawab,”Semua anak cucu Adam. Apa yang tidak kau senangi menimpa dirimu, jangan kau timpakan kepada mereka! Dengan begitu, engkau dianggap sudah bertakwa kepada Allah sebagaimana mestinya.”[]

~ Catatan yang senada, berjudul : Saling Mencintai karena Allah

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di akhlaq demi Cinta, cinta kepada Allah, Ekspresi cinta, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Khazanah Cinta dalam Tashawwuf, sufism; tashawwuf, Suluk, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.