Hati yang Tulus

Suatu hari, Hasan Al-Bashri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. pada waktu shalatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan shalatnya dengan keliru. Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak shalat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk shalat bersama orang yang tak mengucapkan bacaan shalat dengan benar. Di malam harinya, Hasan Al-Bashri bermimpi. Ia mendengar Tuhan berbicara kepadanya : “Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan shalatmu, kau akan memperoleh keridhaan-Ku, dan shalat kamu itu akan memberi manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh shalat dalam hidupmu. Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan shalatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna.”[]

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Hati, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Qalb, sufism; tashawwuf, Suluk, taubat, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , . Tandai permalink.