Omong Kosong

Ya’la ibn Ubaid bercerita : Pada suatu ketika, aku pernah berjumpa dengan Muhammad ibn Suqah al-Kufi, seorang ahli ibadah dan ahli hadits yang amat shalih dari kalangan tabi’in.

Dia berkata,”Sukakah kalian jika kusampaikan suatu ucapan yang semoga saja bermanfaat bagi kalian? Karena ucapan itu amat bermanfaat bagiku. Aku mendengar Atha ‘ibn Abi Rabah berkata,’Orang-orang sebelum kalian amat tidak suka berbicara omong kosong. Mereka menganggap bahwa semua ucapan adalah omong kosong, KECUALI Kitabullah, amar makruf nahi munkar, atau ucapan yang harus kau katakan demi hajat hidupmu.’

Apakah kalian menyangkal firman Allah Swt : “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu).”(QS Al-Infithar : 10-11), juga ayat :

“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(QS Qaf : 17-18)

Bukankah akan sangat memalukan jika sewaktu lembaran catatan amal anda dibuka di hadapan orang banyak ternyata isinya hanyalah omong kosong yang sama sekali tidak bernilai, baik dari segi agama maupun dunia?”

Ketika menjelaskan tentang sifat Atha ‘ibn Abi Rabah al-Makki, seorang tabi’in yang sekaligus mufti Tanah Suci, Ismail ibn Umayyah mengatakan,”Atha’ lebih banyak diam. Jika bicara, seolah-olah dia terlihat amat sulit mengeluarkan kata-katanya.”

Demikianlah cerita Ya’la ibn Ubaid, sebagaimana dikutip oleh Abu Nu’aim (dalam al-Hilyah, vol. 3, hlm. 314) dan Adz-Dzahabi (dalam Siyar A’lam an-Nubala, vol. 5, hlm 83 dan 86).[]

(* Sumber : Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam “Risalah Al-Mustarsyidin-Tuntunan bagi Para Pencari Petunjuk, Al-Harits Al-Muhasibi, 2010);

~ Catatan-catatan yang terkait erat, berjudul :

[1] Adab Suluk | Bicara

[2] “Diam itu Emas” dan Menjaga Lisan | Catatan Sufistik | Suluk

[3] Bahaya Banyak Bicara | Suluk

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Jalan Suluk, Jihad Akbar, sufism; tashawwuf, Suluk, Tata Cara Suluk, taubat, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.