Bulan Sya’ban dan Kematian

Abu Hurairah r.a menuturkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda,”Ajal itu diputuskan dari bulan Sya’ban ke bulan Sya’ban, sampai seseorang akan menikah dan mempunyai anak, sementara namanya keluar dalam daftar orang-orang yang meninggal.”(HR. Ad-Dailami; Ibn Abi ad-Dunya dan Ibn Jarir melalui Az-Zuhri yang bersumber dari Utsman ibn Mughirah ibn Akhnas; Ibn Hatim dari Ibn Abbas)

Abu Ya’la dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Mundziri, meriwayatkan hadits dari Aisyah r.a., beliau berkata,”Nabi Saw berpuasa selama bulan Sya’ban. Lalu aku bertanya mengenai hal itu. Beliau menjawab,”Sesungguhnya Allah menetapkan setiap jiwa yang mati pada tahun itu. Aku ingin ajalku datang kepadaku, sementara aku dalam keadaan puasa.”

Rasyid ibn Sa’ad meriwayatkan bahwa Nabi Saw telah bersabda,”Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut untuk mencabut setiap nyawa yang akan dicabut pada tahun itu.”(HR. Ad-Dainuri dalam Al-Mujalasah).[]

(* Sumber : Syarh ash-Shudur bi Syarh Hal al-Mawta wa al-Qubur/ “Ziarah ke Alam Barzakh” (2009), Imam Jalaluddin as-Suyuthi)

————————————-  # Judul-judul catatan lain, termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Hadits, Imam Jalaluddin as-Suyuthi, Jalan Suluk, Kematian, Rasulullah Saw, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.