Ilham Sirriyah Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah | Suluk

Sumber : “Inilah Aku” – Hidangan Nurani Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah (2012); (Menyapa Rasa Para Pencari Tuhan : Hidangan Nurani Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah (2011), Sastra Ilahi : Ilham Sirriyah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah (2004))

* Catatan-catatan ilham sirriyah Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah yang tercatat sebelumnya, berjudul :

a. Sang Maha Cinta (1) | Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

b. Sang Maha Cinta (2) | Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

c. Sang Maha Cinta (3) | Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

[1] “Wahai hamba-Ku. Tiada Tuhan selain Aku, dan sungguh tiada satu pun denyutan pada jantungmu yang dapat mengadakan gerakannya sendiri, melainkan dari Aku Yang Maha Menatapnya melalui “perintah” dan dalam hitungan-Ku yang tersembunyi. Dan bahwasanya cukup Aku-lah yang Maha Mengetahui dari segala yang berada dalam genggaman-Ku. Maka tiada yang lebih baik dari denyutan di dadamu kecuali bila ia telah menjadi hitungan tasbih terhadap diri-Ku.”

[2] “Wahai hamba-Ku. Pandanglah Aku setelah engkau buta dari penglihatanmu, dengarlah kalam-Ku ketika pendengaranmu tuli dari suara, datangilah Aku di saat akalmu tiada kesanggupan lagi untuk merangkai huruf maupun kata-kata, lalu cintai Aku di mana hatimu telah jauh ditinggalkan oleh kemauanmu sendiri. Dan ketahuilah, sesungguhnya Aku adalah sebaik-baik pengganti dari segala sesuatu yang hilang di dirimu.”

[3] “Wahai hamba-Ku. Sesungguhnya ilmu-Ku Maha Luas dan tak akan dapat ditampung oleh wadah apapun di dunia ini, kecuali di hati manusia yang merindukan-Ku dengan keikhlasan semata.”

[4] “Wahai hamba-Ku. Tiada kecintaan yang sesungguhnya, melainkan bila para pecinta telah lebur dan lenyap dari ungkapannya sendiri, dan tiada kata maupun kalimat yang dapat terikat oleh akalnya lagi. Dan ia merasa tak layak untuk memberikan bukti cintanya melalui segala sesuatu kepada-Ku, kecuali penyerahan diri dengan “mematikan” diri dalam dirinya sendiri.”

[5] “Wahai hamba-Ku. Barang siapa yang menginginkan dunia maka Aku hidupkan ia dengan hawa nafsu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat maka Aku berikan ia takwa. Dan barang siapa yang menginginkan-Ku niscaya Ku-hidupkan ia dengan cinta, hingga dengan cinta itu pula ia dipertemukan oleh diri-Ku.”

[6] “Wahai hamba-Ku. Dan bukankah telah engkau ketahui, tiada yang sebaik-baik hamba yang mentaati Aku, karena kecintaannya kepada-Ku, dan tiada jua sebagus sujud hamba yang dimulai dari hati yang rindu kepada-Ku. Dan Aku bersaksi dari apa-apa yang Aku genggam, tidaklah Aku adakan kecintaan pada hamba-hamba-Ku melainkan daripadanya melahirkan keridhaan mereka terhadap ketentuan-ketentuan-Ku, dan keridhaan-Ku pada tiap tarikan nafas di diri mereka.”[]

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, ilham sirriyah, Maulana Syaikh Muhammad Ali Hanafiah, Rintangan dalam Suluk, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.