Musibah dan Ahli Musibah | Suluk

Rasulullah Saw bersabda,”Pada hari Kiamat kelak, ditegakkan al-Mizan (timbangan). Kemudian dihadirkan ahli shalat untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya secara sempurna. Kemudian dihadirkan ahli shadaqah untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya secara sempurna. Kemudian dihadirkan ahli shaum untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya secara sempurna. Kemudian dihadirkanlah ahli musibah, namun amal mereka tidak ditimbang dan catatan mereka tidak diperiksa, bahkan mereka diberi pahala yang tanpa batas, sehingga mereka yang dulunya tidak pernah tertimpa musibah mengharapkan sekiranya mereka dahulu termasuk golongan orang-orang yang tertimpa musibah, dikarenakan banyaknya balasan yang diterima oleh para ahli musibah.” Dan,

Rasulullah Saw bersabda,”Zuhud di dunia itu bukanlah engkau mengharamkan yang halal, dan bukan pula engkau menyia-nyiakan harta. Zuhud itu adalah engkau tidak menggantungkan diri kepada sesuatu pun yang ada pada dirimu, namun engkau lebih yakin pada apa yang ada di sisi Allah Ta’ala. Dan engkau lebih senang menerima musibah, sekalipun musibah itu menimpa sepanjang hidupmu di dunia.”

* Kedua hadits di atas diambil dari buku “Nashaihul Ibaad”, Imam Nawawi Al-Bantani.

Rasulullah Saw bersabda,”Bukanlah kezuhudan di dunia ini dengan mengharamkan yang halal, dan bukan pula dengan menghilangkan harta kekayaan, tetapi zuhud di dunia ini adalah bahwa dengan apa yang ada di tanganmu sendiri engkau menjadi semakin percaya kepada Allah. Dan apabila musibah (malapetaka) menimpa diri, niscaya engkau lebih senang karena mendapat pahala dari Allah Swt, daripada musibah itu terhindar dari padamu.”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abi Dzar)

Rasulullah saw bersabda,”Apapun yang menimpa seseorang yang beriman, berupa sesuatu yang tidak ia sukai, maka itu adalah suatu musibah.”;

# Cobaan-cobaan Berat di Dalam Jalan (Maulana Jalaluddin Rumi) :

Jalan menuju Tuhan adalah pengorbanan diri,

Dan dalam setiap semak belukarnya tersembunyi bahaya yang mengintai.

Dirancang untuk membuat setiap orang yang memiliki jiwa yang rapuh seperti secangkir gelas kembali berputar ke belakang mencari kenyamanan semua,

Dan akan mengulang kembali jejak langkah kakinya jika kembali ingin menempuh Jalan.

Jalan agama penuh dengan masalah dan bencana.

Karena, bukanlah Jalan jika ia merasa terlena dengan kekacauan yang ada pada dirinya.

Pada Jalan ini, jiwa-jiwa mengalami ujian yang berat dengan pelbagai cobaan yang membakar tiap keping ketidak benaran diri.

Seperti saringan yang digunakan untuk menyaring tepung pembuat roti, begitulah ujian akan menyaringmu,

Pejalan atau Pecundang.

[Judul asli : Ordeals by Terror, Teachings of Rumi].

Judul catatan-catatan yang berkaitan erat dengan catatan pada laman ini, berjudul :

[1] Ujian Kehidupan | Suluk

[2] Mendaki Tangga Tuhan | Pendakian Jalan Suluk

[3] Syathranju Al-Arifin | Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi | Jalan Pendakian Spiritual – (1)

[4] Sabar dan Syukur | Jihad dalam Suluk

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Hati, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Qalb, sufism; tashawwuf, Suluk, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.