Sabar terhadap Perlakuan Manusia – bagian [1] (menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani berkata :

“Bersabarlah atas perlakuan manusia demi mencari keridhaan Allah.

Bersabarlah atas apa yang menimpamu berupa berbagai cobaan.

Itu adalah ujian Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih dan diistimewakan.

Dia memutuskan mereka dari semua hal: menguji mereka dengan berbagai bencana, penderitaan dan ujian.

Allah menyempitkan dunia dan akhirat bagi mereka serta apa-apa yang ada di bawah ‘Arsy kepada mereka.

Dengan itu Dia meleburkan keberadaan mereka, sehingga apabila wujud mereka telah hancur.

Allah akan mengadakannya kembali untuk-Nya, tidak dengan selain-Nya. Dia menciptakan mereka dalam bentuk lain.

Allah SWT berfirman:

Dia telah menciptakannya dalam bentuk lain. Oleh karena itu, Mahasuci Allah sebaik-baiknya Pencipta(QS. 23: 14).”[]

* Catatan-catatan lain, yang terkait erat dengan catatan pada laman ini, berjudul :

[1] Sabar terhadap Perlakuan Manusia – bagian [2] (menurut Syaikh Abdul Wahab Asy-Sya’rani)

[2] Halangan Rintangan dalam Suluk : Condong kepada Makhluk | Penghalang Suluk : Makhluk

[3] Memandang Manusia dengan Mata Tak Butuh (Syaikh Abdul Qadir Jailani) | Suluk

[4] Jangan Pandang Manusia (Syaikh Abdul Qadir Jailani) | Suluk

[5] Uzlah dan Uzlah Hati | Suluk

————————————-  # Judul-judul catatan lain, termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di akhlaq demi Cinta, cinta kepada Allah, Jalan Suluk, Jihad Akbar, rindu kepada Allah, Sabar dan Syukur, sufism; tashawwuf, Suluk, Suluk Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, taubat, tazkiyatunnafs, Wajib dalam Suluk dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.