Wajib dalam Suluk | Syukur

“Ingatlah kamu akan nikmat-Ku yang Ku-limpahkan kepadamu.”(QS. Al-Baqarah : 40)

“Jika kamu bersyukur, niscaya Ku-beri kamu tambahan (nikmat) yang lebih banyak lagi.”(QS. Ibrahim : 7)

“Jika kamu (hendak) menghitung nikmat Allah, tiada kamu akan sanggup menghitungnya.”(QS. Ibrahim : 34)

Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (QS. Shaad : 75)

Dikatakan bahwa Daud as bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa bersyukur kepadamu sedangkan tindakanku bersyukur itu sendiri adalah anugerah dari-Mu?” Allah mewahyukan kepadanya, “Engkau baru saja bersyukur”.

Dikatakan bahwa Musa as mengatakan dalam do’a munajatnya, “Ya Allah, Engkau telah menciptakan Adam dengan tangan-Mu, dan engkau telah begini dan begitu (baginya). Bagaimana dia bersyukur kepada-Mu?” Allah menjawab, “Ia mengetahui bahwa semua itu berasal dari-Ku, dan dengan begitu pengetahuannya tentang semua itu adalah tanda syukurnya kepada-Ku”.[]

“Syukur itu menyangkut 3 perkara, yaitu syukur hati, syukur lisan, dan syukur badan. Adapun syukur hati itu wujudnya adalah pengetahuan dan kesadaran anda bahwa segala nikmat itu datangnya dari Allah Swt semata, bukan dari siapapun selain-Nya. Adapun syukur lisan itu diwujudkan dengan ucapan Alhamdulillah, pujian kepada-Nya dan menyiarkan karunia-Nya disertai menyebut kebaikan-Nya. Sedangkan syukur badan itu ialah agar anda tidak menggunakan salah satu anggota badan, yang telah dianugerahi kesehatan oleh Allah dan telah diindahkan dalam penciptaan-Nya–untuk sesuatu yang maksiat. Tetapi dengan anggota badan itulah hendaknya anda taat kepada-Nya.”-(Asy-Syaikh Abdul Halim Mahmud, dalam “Ath-Thariqu Ilallaah”/ “Napak Tilas Jalan Allah”, 1994)

* Catatan lain yang berkaitan erat dengan catatan pada laman ini, berjudul :

[1] Sabar dan Syukur | Jihad dalam Suluk

[2] Wajib dalam Suluk : Sabar

# Daftar catatan-catatan lain, dengan tema berbeda, dapat dilihat di Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Adab Suluk, akhlaq demi Cinta, Al-Qur'an, Cinta, cinta kepada Allah, Ekspresi cinta, rindu kepada Allah, Sabar dan Syukur, sufism; tashawwuf, Suluk, Tata Cara Suluk, taubat, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.