Keridhaan Allah, dan Hadiah dari-Nya

“Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya” (QS, al-Bayyinah, 98:8).

Jabir mengabarkan bahwa Rasululah saw menyatakan, “Para penghuni surga akan berada di dalam sebuah kumpulan ketika suatu cahaya dari pintu gerbang surga menyinari mereka. Mereka akan mengangkat kepala dan Allah SWT memandang mereka dan berfirman, ‘Wahai penghuni surga, mintalah kepada-Ku apa yang kalian inginkan.’ Mereka akan menjawab, ‘Kami mohon agar Engkau ridha kepada kami.’ Allah SWT menjawab, ‘Keridhaan-Ku telah membawa kalian ke rumah-Ku, dan Aku telah menghormati kalian. Ini adalah saat yang tepat, maka bermohonlah kepada-Ku.’ Mereka akan menjawab, ‘Kami memohon tambahan selain ini.’“ …

Selanjutnya beliau (Jabir) berkata, “Kepada mereka akan di bawakan kuda-kuda kuat yang terbuat dari mutu manikam, kendalinya dari zamrud dan manikam. Mereka akan menaikinya, dan kuda-kuda itu akan melangkah lebih cepat dari penglihatan mata. Lalu Allah SWT akan memerintahkan buah-buahan yang lezat serta bidadari itu akan berkata, ‘Kami adalah orang-orang yang muda dan lemah lembut, dan kami tidak akan layu. Kami abadi dan tidak akan mati – jodoh bagi kaum beriman yang mulia.’

Selanjutnya Allah akan memerintahkan agar didatangkan minyak misik putih yang harum, dan mereka akan berputar berkeliling dibawa angin yang disebut ‘al-Mutsirah’ (Pembangkit) sampai akhirnya mereka dibawa ke Surga ‘Adn, yang adalah pusat surga. Para malaikat akan menyerukan ‘Wahai Tuhan kami, mereka telah datang.’

Allah SWT akan mengatakan, ‘Selamat datang orang-orang yang benar, selamat datang orang-orang yang patuh.’ “Lalu Rasulullah saw mengatakan , “Maka tabir pun akan disingkapkan akan menikmati Cahaya Yang Maha Pengasih hingga mereka tidak akan melihat satu sama lain. Kemudian Allah SWT akan memerintahkan, “Rasulullah melanjutkan, “mereka akan dibawa kembali ke tempat tinggal mereka dan mereka akan bisa lagi saling pandang”. Lalu Rasulullah saw menjelaskan, “Itulah yang dimaksud dengan Firman Allah, `sebagai hadiah dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`” (QS, Fushshilat, 41:32).[]

* Catatan-catatan lain terkait perihal Ridha, berjudul :

[1] Keridhaan Allah | Syaikh Abu ‘Ali ad-Daqqaq

[2] Ridha kepada Allah Ta’ala dan Kematian

# Judul catatan-catatan lain dengan tema berbeda, dapat dilihat di Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Al-Qur'an, Cinta, cinta kepada Allah, Rasulullah Saw, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk, taubat dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.