Taubat : Kasih Allah, Melimpah

Allah sangat bahagia jika ada hamba-Nya yang bertaubat, melebihi kebahagiaan orang yang kehilangan barangnya. Perumpamaan : Rasulullah Saw bersabda,” Seseorang kehilangan unta beserta barang muatannya (makanan, minuman, dan sebagainya). Ia berputus asa dan berpikir untanya tidak akan kembali. Ia kemudian beristirahat di bawah pohon yang rindang. Kemudian, secara tiba-tiba, untanya datang menghampiri, dan ia pun segera memegang tali kekang untanya. Saking bahagianya, ia sampai salah ucap, ‘Ya Allah! Engkau hambaku dan aku Tuhanmu.”(HR. Muslim no. 6895)

Hadis Qudsi : Allah berfirman,” Wahai anak Adam! Sungguh, sepanjang kau berdoa dan berharap kepada-Ku, pasti Ku-ampuni apapun yang ada padamu, tak peduli seberapa besar dosamu. Wahai anak Adam! Meski dosamu mencapai langit, tetapi kau meminta ampun padaku, pasti Ku-ampuni semua itu, tak peduli seberapa besar dosamu. Wahai anak Adam! Jika kau datang kepada-Ku membawa kesalahan sebesar bumi, kau akan Ku-sambut dengan ampunan sebesar bumi.”(HR. al-Tirmidzi dan al-Albani; hasan)

Allah berfirman : “Sungguh hebat berita tentang Aku, jin, dan manusia; Aku yang menciptakan, tetapi bukan Aku yang disembah; Aku yang melimpahkan rezeki, tetapi bukan kepada Aku mereka bersyukur; kebaikan-Ku kepada manusia tidak pernah putus, tetapi kejahatan mereka terus berlangsung. Apakah Aku wajib memberi nikmat kepada mereka, padahal Aku sama sekali tidak butuh mereka? Mereka membenci-Ku, marah kepada-Ku, padahal mereka tidak bisa hidup tanpa Aku!

Siapa yang menghadap-Ku, akan Ku-sambut sejak dari jauh. Siapa berpaling dari-Ku, akan Ku-seru dia dari dekat. Siapa meninggalkan sesuatu karena Aku, Ku-beri ia tambahan yang banyak. Siapa menginginkan ridha-Ku, Aku berkehendak seperti yang dia kehendaki. Siapa bertindak dengan daya dan kekuatanku, akan Ku-buat besi melunak untuknya.

Ahli dzikir berhak duduk bersama-Ku, ahli syukur berhak mendapat tambahan-Ku, ahli taat berhak meraih kemuliaan-Ku, ahli maksiat tidak akan Ku-jauhkan dari rahmat-Ku. Jika bertaubat, mereka adalah kekasih-Ku, sebab Aku mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Jika menolak bertaubat, Aku akan mensucikan mereka; Ku-uji mereka dengan berantai bencana, biar Ku-sucikan mereka dengan beragam aib dan cela.

Siapa memilih-Ku di atas yang lain, Ku-pilih dia di atas yang lain. Kebaikan di sisi-Ku berlipat sampai sepuluh, bahkan berkali-kali lipat. Sedangkan keburukan di sisi-Ku tidak akan berlipat, dan andai disesali dan dimintai ampun kepada-Ku, pasti Ku-ampuni.

Kasih sayang-Ku melampaui amarah-Ku, keramahan-Ku melampaui siksaan-Ku, maaf-Ku melampaui pembalasan-Ku. Aku mengasihi hamba-hamba-Ku jauh melebihi seorang ibu mengasihi anaknya.”-(Madarij al-Salikin, Ibn al-Qayyim, 1/215, 216)

“Suatu hari, Nabi dan para sahabat melihat seorang wanita berlari-lari mencari anaknya, sambil berteriak-teriak meminta tolong. Sampai kemudian ia menemukan anaknya itu. Ia langsung mendekapnya, lalu menyusuinya. Usai menyaksikan kejadian mengharukan itu, Nabi bertanya kepada para sahabat,” Apakah menurut kalian wanita itu tega melemparkan anaknya ke dalam api?” “Tentu saja tidak,”jawab mereka. “Allah mengasihi hamba-hamba-Nya jauh melebihi wanita itu mengasihi anaknya,”tegas beliau.”(HR. Bukhari no. 5999, dan Muslim no. 6912).[]

* Judul catatan yang berkaitan erat dengan catatan pada laman ini, berjudul : Dalil-dalil Syara’ tentang Taubat

# Daftar catatan-catatan lain dengan tema berbeda, dapat dilihat di Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Cinta, Ekspresi cinta, Hati, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Qalb, sufism; tashawwuf, Suluk, taubat dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.