Kekasih Allah. Mereka yang dekat dan didekatkan | Hadits Rasulullah Saw

Rasulullah Saw. menyampaikan Kata-kata Allah Swt.,
“Terbanyak para muqorrobun adalah mereka yang rendah hati, merasakan kesenangan dalam shalat, memuja Tuhannya dalam Jalan Yang Ku suka, dan mentaati-Ku dengan cara tersembunyi dan terang-terangan. Mereka tersembunyi, tidak diketahui banyak orang. Mereka tidak selalu ditunjuki Allah. Mereka puas dengan apa yang sedikit. Mereka bersabar dalam menerima dan menghadapi ujian.” Rasulullah Saw. memberikan pernyataan tentang para muqorrobun tersebut,“Kematian mendatangi mereka dalam usia muda, sedikit yang akan menangisi mereka, dan mereka memiliki keturunan yang sedikit.”(HR. Abu Umama ra.);

Diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid r.a. dan Abu Hurairah r.a bahwa telah bersabda Rasulullah Saw : “Manusia yang paling dekat dengan Allah Azza wa Jalla pada hari Qiyamah kelak adalah mereka yang paling lama laparnya, hausnya, dan dukanya di dunia ini, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertakwa kepada Allah, yang apabila mereka hadir maka mereka tidak dikenali khalayak. Dan jika mereka tidak hadir, niscaya orang-orang tidak merasa kehilangan. Mereka dikenali oleh tempat-tempat di bumi, dan mereka senantiasa dikelilingi para malaikat langit. Jika manusia bernikmat-nikmat dengan dunia, mereka bernikmat-nikmat dengan mentaati Allah Azza wa Jalla. Jika manusia tidur di kasur empuk, maka mereka tidur dengan dahi dan lutut. Jika manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak Nabi-nabi, maka mereka menjaganya. Mereka akan ditangisi oleh bumi apabila telah hilang dari muka bumi, dan Rabb Al-Azziz marah pada tiap-tiap negeri yang tiada seorang pun dari golongan mereka ada di negeri tersebut. Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka memakan sedikit makanan, memakai pakaian buruk, rambutnya kusut, dan mukanya berdebu. Jika mereka dipandang oleh manusia, maka manusia menyangka mereka itu sakit, padahal mereka tidak sakit. Dan dikatakan orang bahwa mereka itu telah dicampur-aduk lalu hilanglah akal mereka, padahal akal mereka tidaklah hilang. Kaum itu melihat dengan hatinya kepada Amr Allah, yang menghilangkan kecintaan mereka kepada dunia. Lalu menurut orang-orang dunia mereka itu berjalan tanpa akal, padahal merekalah orang yang berakal ketika akal manusia telah pada hilang. Mereka memiliki kehormatan pada hari akhirat. Hai Usamah! Apabila engkau melihat mereka pada suatu negeri, maka ketahuilah bahwa merekalah yang membawa keamanan bagi penduduk negeri itu. Allah tidak akan menurunkan suatu azab atas suatu kaum dimana mereka itu tengah berada pada kaum itu. Bumi bergembira dengan kehadiran mereka, dan Rabb Yang Maha Perkasa pun ridha kepada mereka. Ambillah mereka menjadi teman bagi dirimu! Mudah-mudahan engkau terlepas dengan sebab mereka. Kalau engkau sanggup, saat kematian tengah mendatangimu dan engkau dalam keadaan lapar dan hatimu haus, maka perbuatlah! Karena dengan demikian engkau akan mengetahui maqam kemuliaan, dan engkau akan ditempatkan bersama Nabi-nabi. Para malaikat akan bergembira ria dengan kedatangan ruh-mu dan Allah Azza wa Jalla akan mencurahkan rahmat-Nya atasmu!”-(dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali)[]

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Khazanah Cinta dalam Tashawwuf, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk dan tag , , , , , . Tandai permalink.