Dzikrullah

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS Al-Ahzab [33]:41-42)

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”(QS [7]:205)

“…dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”(QS [62]:10)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS [3]:190-191)

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini…”(QS [18]:28)

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat.  Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).  Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS Al-Ankabut [29]:45)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”(QS [2]:152)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS [13]:28)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Sesungguhnya Allah Swt memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba-Nya yang ahli berdzikir. Jika mendapati kaum yang selalu berdzikir kepada Allah Swt, mereka berseru,’Utarakanlah kebutuhan kalian.’ Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui),’Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat menjawab,’Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.’ Allah berfirman,’Apakah mereka melihat-Ku?’ Para malaikat menjawab,’Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.’ Allah berfirman,’Bagaimana kalau mereka melihat Aku?’ Para malaikat berkata,’Kalau mereka melihat-Mu, tentu ibadah mereka akan bertambah. Mereka akan semakin menyucikan dan memuliakan-Mu.” Allah Swt berfirman,’Apa yang mereka minta?’ Para malaikat berkata,’Mereka memohon surga kepada-Mu.’ Allah berfirman,’Apakah mereka pernah melihatnya?’ Para malaikat berkata,’Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.’ Allah Swt berfirman,’Bagaimana kalau mereka melihatnya?’ Para malaikat berkata,’Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.’ Allah Swt berfirman,’Dari apa mereka memohon perlindungan?’ Para malaikat berkata,’Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.’ Allah Swt berfirman,’Apakah mereka pernah melihatnya?’ Para malaikat berkata,’Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.’ Allah Swt berfirman,’Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.’ Salah seorang dari malaikat itu berkata,’Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.’ Allah Swt berfirman,’Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam mereka.'” (HR Mutafaq Alaih; lafaz hadits ini menurut Al-Bukhari)

Dari Al-Agharri Abu Muslim berkata,’Aku menyaksikan Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudzri menyaksikan Rasulullah Saw bersabda,”Kaum yang duduk berkumpul untuk mengingat Allah akan dinaungi para malaikat, mendapatkan limpahan Rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di sisi-Nya.”(HR. Muslim)

Dari Abdullah ibn Busrin r.a., diceritakan bahwa seorang sahabat berkata,”Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat kujadikan pegangan.” Nabi Saw bersabda,”Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (dzikrullah).”(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda,’Dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat timbangannya dan disenangi oleh Allah Swt Yang Maha Pengasih, yaitu : Subhanallah wa bihamdihi subhanallahal azhim (Mahasuci Allah dengan segala pujian-Nya dan Mahasuci Allah Yang Mahaagung).'”(HR Muttafaq Alaih)

Dari Abi Dzarr r.a. berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Maukah kuberitahu kalian ucapan yang dicintai Allah?’ Kukatakan,’Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku ucapan yang dicintai Allah itu!’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah : Subhanallah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala pujian bagi-Nya).'” Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw pernah ditanya,”Ucapan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,”Ucapan yang telah dipilihkan Allah untuk para malaikat-Nya dan para hamba-Nya, yaitu : Subhanallah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala pujian-Nya).”(HR. Muslim)

Dari Samurah ibn Jundab r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda,”Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, yaitu : Subhanallah (Mahasuci Allah), Walhamdulillah (segala puji bagi Allah), wa la ilaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah). Tidak menyusahkanmu dari mana saja engkau memulai.”(HR. Muslim)

Dari Abu Malik al-Asy’ari r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda,”Kebersihan sebagian dari iman. Bacaan Alhamdulillah memenuhi mizan, sedangkan Subhanallah wa bihamdihi memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah burhan (dalil), sabar adalah cahaya, Al-Qur’an adalah hujjah. Setiap pagi manusia menjual dirinya; apakah ia memerdekakan diri atau mencelakakan dirinya.”(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Sesungguhnya membaca doa; Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha Illallahu Allahu Akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar) lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.'”(HR. Muslim)

Dari Saad ibn Abi Waqqas r.a. berkata,’Kami pernah berada di sisi Rasulullah Saw. Ketika itu, beliau bertanya,’Mampukah salah seorang dari kalian memperoleh seribu kebaikan dalam sehari?’ Salah seorang sahabat bertanya,’Ya Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang mampu meraih seribu kebaikan dalam sehari?’ Rasulullah Saw bersabda,’Ketahuilah bahwa orang yang ber-tasbih seratus kali akan dicatat seribu kebaikan untuknya dan dihapus seribu kesalahan darinya.'”(HR. Muslim)

Dari Abu Dzarr r.a, bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Di pagi hari, bagi setiap ruas jari adalah sedekah, setiap tasbih sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap takbir sedekah, menyuruh berbuat kebaikan adalah sedekah, melarang berbuat kejahatan adalah sedekah. Semua itu bisa dipenuhi dengan shalat Dhuha dua rakaat.”(HR. Muslim)

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata,’Rasulullah Saw bersabda,”Maukah kamu kuberitahu satu kalimat dari pembendaharaan surga?” Atau, beliau bersabda,”Yang merupakan salah satu pembendaharaan surga?” Aku menjawab,’Tentu mau, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda,”La hawla wala quwwata illa billah, Tiada daya dan kekuatan, kecuali atas izin Allah.”(HR Mutafaq Alaih)

Dari Abu Darda r.a. berkata,’Nabi Saw bersabda,”Maukah kuberitahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Rabb-mu, serta lebih baik dari menerima emas dan perak, bahkan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau merka memotong lehermu?” Para sahabat lalu menjawab,’Ya.’ Nabi Saw bersabda,”Dzikrullah.”(HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Mua’adz ibn Jabal berkata,”Tiada perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada dzikrullah.”(HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Siapa saja yang mengucapkan ‘La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qadir’, Tiada Tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’ dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala, seperti orang yang memerdekakan seratus budak. Dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus keburukan darinya. Pada hari itu, ia akan terjaga dari godaan setan sampai sore hari. Tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, keciali orang yang membaca lebih banyak. Siapa saja yang membaca Subhanallah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”(HR Mutafaq alaih; lafaz hadits ini menurut Imam Muslim)

Dari Abu Ayyub al-Anshari r.a. bahwa Nabi Saw bersabda,”Siapa saja yang mengucapkan ‘La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qadir’ sebanyak sepuluh kali, maka baginya pahala, sebagaimana memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.”(HR Mutafaq Alaih)

Dari Ummul Mukminin, Juwairiyah r.a., bahwa Nabi Saw keluar rumah di pagi hari untuk shalat Subuh, sedangkan ia berada di tempat shalatnya. Nabi Saw kembali setelah shalat Dhuha, sedangkan Juwairiyyah masih tetap di tempatnya. Melihat itu, Rasulullah Saw bersabda,”Engkau masih tetap dalam keadaan seperti ketika aku meninggalkanmu?” Juwairiyyah menjawab,’Ya.’ Beliau bersabda,”Sejak tadi aku mengucapkan empat perkataan sebanyak tiga kali. Andaikata ditimbang dengan ucapanmu sejak tadi pagi, tentulah ia akan mengimbanginya, yaitu : Subhanallah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya) sebanyak makhluk-Nya, sebesar keridhaan-Nya, sebanyak timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya.”

Dalam riwayat lain disebutkan : Subhanallah (Mahasuci Allah) sebanyak makhluk-Nya, subhanallah sebesar keridhaan-Nya, subhanallah seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan subhanallah sebanyak tinta kalimat-Nya.”(HR. Muslim)

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.”(HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,’Allah Swt berfirman,”Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya, selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang, Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan, jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari.”(HR. Mutafaq Alaih)

Dari Abu Hurairah r.a berkata,’Suatu ketika Rasulullah Saw pergi ke Mekkah melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Beliau bersabda,’Ayo jalanlah! Inilah Jumdan. Telah menang para Mufarridun.’ Para sahabat bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud Mufarridun?’ Beliau menjawab,’Yaitu orang-orang (laki-laki/ perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah.”(HR. Muslim)

Dari Abu Darda ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Allah SWT akan membangkitkan pada hari kiamat beberapa kaum yang wajahnya bercahaya, mereka berada di mimbar-mimbar mutiara. Orang banyak akan cemburu dan merasa iri terhadap mereka, padahal mereka itu bukan para Nabi dan bukan pula Syuhada. Seseorang berkata, “Yaa Rasulullah, terangkanlah kepada kami tanda-tanda mereka supaya kami dapat mengenali mereka itu!” Rasulullah saw bersabda, ”Mereka itu ialah orang-orang yang berasal dari keluarga dan kampung yang berlainan yang datang berkumpul di suatu tempat sengaja untuk ber-dzikir kepada Allah dengan menyebut-Nya.” (HR. Thabrani)

Rasulullah Saw bersabda,”Apabila kamu melalui Taman Surga, maka ikutlah atau masuklah kamu kepadanya.” Bertanya salah seorang sahabat : Apakah taman surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasulullah : “Yaitu halqah-halqah dzikir (lingkaran orang berdzikir).”(HR. Imam Tirmidzi)

Dari Aisyah r.a berkata,”Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah (berdzikir) setiap waktu.”(HR. MUslim)

Rumah yang didalamnya ada dzikrullah merupakan sumber cahaya yang terang benderang seperti bintang. Jika Allah menganugrahkan mata batin kepada seseorang, maka sewaktu di dunia pun orang itu dapat merasakan cahaya itu. Beberapa hamba Allah pernah melihat dengan mata kasarnya, nur dan cahaya pada wajah-wajah para pencinta Allah dan di tempat tinggalnya.

Fudhail bin Iyadh rah seorang wali yang terkenal, beliau berkata “Para penghuni langit akan melihat cahaya rumah yang didalamnya ada dzikrullah seperti lampu yang terang benderang.”

Syeikh Abdul Aziz Dabbagh rah seorang yang shalih termasyhur di zaman yang tidak terlalu jauh dari zaman sekarang. Beliau adalah seorang Ummi (tidak pandai baca dan tulis) namun beliau dapat membedakan antara ayat suci al Quran, dan Hadits Qudsi, Hadits nabi, dan Hadits palsu. Beliau berkata “Apabila ada seseorang sedang berbicara, maka dari nur perkataannya itu dapat diketahui, berasal dari siapakah perkataan itu, apakah dari Kalamullah Yang Maha Suci atau dari Hadits Nabi saw, karena nur kedua perkataan itu berbeda dengan nur perkataan-perkataan lainnya.”

“Dzikrullah itu makanan jiwa, memuji Allah itu minuman jiwa, dan malu pada Allah Swt itu pakaian jiwa. Tak ada yang lebih lezat ketimbang mengingat-Nya, dan tak ada yang lebih nikmat ketimbang bermesra dengan-Nya.” – Ali bin Abi Thalib k.w

“Ingatlah kepada Dzat yang mendahului ingat-Nya sebelum dzikirmu, dan cinta-Nya sebelum cintamu. Tak ada cintamu kepada-Nya kecuali karena cinta-Nya kepadamu.” – Muhammad bin as-Sammak r.a.[]

——————————————————– Judul catatan-catatan lain termuat dalam : Reblogged : DAFTAR ISI

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cinta kepada Allah, Jalan Suluk, Jihad Akbar, Qalb, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk, taubat, tazkiyatunnafs, Wajib dalam Suluk dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.