Ujian Kehidupan | Suluk

Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. At-Taghabun [64]:11)

“…Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.”(QS. Ali ‘Imran [3]:117)

“…Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.”(QS. Ali ‘Imran [3]:154)

“…Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka…”(QS. Al-Ma’idah [5]:49)

Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syura [42]:30);

Rasulullah Saw bersabda,”Tiada sesuatu yang mengenai seorang mukmin berupa penderitaan atau kelelahan (penat) atau risau hati dan pikiran, melainkan kesemuanya itu akan menjadi penebus dosa baginya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Saw`bersabda,”Janganlah engkau banyak susah! Apa yang ditakdirkan Tuhan akan terjadi dan rezeki yang diberikan padamu akan mendatangimu.”(HR. Abu Na’im; dari Khalid bin Rafik);

[1] Nikmat dan Sengsara adalah Tamu : Abu Wafa` ibn Uqail, dalam al-Funun, mengatakan, “Nikmat adalah tamu; jamuannya adalah syukur. Sengsara adalah tamu; jamuannya adalah sabar. Sebab itu, berusahalah agar tamu itu pulang dalam keadaan berterima kasih atas jamuannya dan menyaksikan apa yang dia dengar dan dia lihat.”

[2] Kesulitan adalah Kenikmatan yang Berdampak Positif : 

Syaikh Taqiyudin Ibnu Taimiyah mengulas :

Salah satu kenikmatan Allah yang sempurna bagi orang-orang mukmin adalah kesulitan dan bahaya yang mendorong mereka untuk berlindung dengan meng-Esa-kan Allah; berdoa kepada-Nya dengan ikhlas dan berharap kepada-Nya semata, bukan kepada selain-Nya; sehingga hati mereka hanya bergantung pada-Nya bukan pada selain-Nya.

Hasil yang mereka dapatkan adalah tawakal, taubat, kelezatan iman yang dia rasakan, dan lepas dari syirik; yang semuanya merupakan kenikmatan yang lebih besar daripada sirnanya penyakit dan cekaman ketakutan, atau kelaparan dan bahaya.

Buah yang diperoleh orang yang meng-Esa-kan dan ikhlas taat pada Allah Swt terlalu agung untuk diungkapkan dengan kata-kata. Setiap orang mukmin akan mendapatkan bagian darinya sesuai dengan kadar keimanannya.

[3] Musibah adalah Ujian untuk menguji dan memberi manfaat : 

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani memberi wejangan :

Anakku, musibah tidak datang untuk menghancurkanmu. Musibah datang hanya untuk menguji kesabaran dan keimananmu. Sebab, musibah itu ubupan (* tungku api miliki pandai besi untuk menghilangkan karat yang menempel pada besi) bagi seorang hamba; dia bisa keluar darinya sebagai emas dan bisa pula keluar darinya sebagai sampah.

Ketahuilah, seandainya bukan karena musibah, pastilah manusia akan sembarangan, sewenang-wenang, dan dzalim. Maka Allah melindunginya dari semua itu dengan musibah; sekaligus membersihkan kotoran yang masih melekat pada dirinya.

Maha Suci Dia yang menyayangi melalui cobaan-Nya dan menguji melalui nikmat-Nya.

(* Sumber :  al- Harits al-MuhasibiRisalah al- Mustarsyidin : Tuntunan bagi Para Pencari Petunjuk)

[4] “Iman akan sempurna kalau tidak mengutuk nasib, tidak menuduh kepada makhluk-Nya, dan tidak merasa keberatan terhadap-Nya.” (Imam Al-Ghazali)

[5] “Jika apa yang kamu senangi tidak terjadi, senangilah apa yang terjadi.” (Imam Ali bin Abi Thalib k.w).[]

* Judul-judul catatan yang berkaitan erat dengan catatan pada laman ini, berjudul :

[1] Musibah dan Ahli Musibah | Suluk

[2] Hikmah Ujian (Syaikh Ibnu Athaillah) | Suluk

[3] Sabar dan Syukur | Jihad dalam Suluk

# Judul catatan-catatan lain dengan tema berbeda, dapat dilihat di Reblogged : DAFTAR ISI

 

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Adab Suluk, Al-Qur'an, Cinta, Hati, Qalb, Sabar dan Syukur, sufism; tashawwuf, Suluk, Tata Cara Suluk, tazkiyatunnafs dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.