Allah Sang Maha Indah | Imam Al-Ghazali

“Segala yang indah itu dicintai. Yang indah secara mutlak adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tiada tandingan-Nya. Dialah Yang Mahatunggal yang tiada lawan-Nya. Segala sesuatu bergantung kepada-Nya dan tiada yang bisa menentang-Nya. Dia Mahakaya dan tidak membutuhkan apapun di luar Diri-Nya. Dia Mahakuasa dan bisa berbuat apapun sesuai keinginan-Nya. Dia memutuskan apa pun yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa menolak dan menggugat keputusan-Nya. Dia Mahatahu segalanya sehingga sesuatu yang sebesar atom pun, baik di langit maupun di bumi, tak terlewat dari pengetahuan-Nya. Dia Maha Perkasa dan tak seorang tiran pun bisa lepas dari genggaman kekuasaan-Nya. Dia azali sehingga tak ada awal bagi-Nya. Dia abadi sehingga tak ada akhir bagi keabadian-Nya. Dia merupakan Wujud yang mustahil tak ada. Ketiadaan tidak akan mungkin bagi-Nya. Dia berdiri dengan Diri-Nya sendiri. Segala sesuatu berdiri karena-Nya. Dia Penguasa langit dan bumi. Dia Pencipta benda mati, hewan, dan tumbuhan. Hanya Dia sendiri Pemilik kemuliaan dan kekuasaan. Hanya Dia satu-satunya yang menguasai kerajaan bumi dan langit. Dia memiliki karunia, kemuliaan, keindahan, keelokan, kekuasaan, dan kesempurnaan. Akal menjadi bingung bila berusaha mengenali keagungan-Nya. Lidah menjadi bisu bila berupaya menjelaskan kemuliaan-Nya.” – (Imam A-Ghazali)

Iklan

Tentang Hening Darwis

Menyimak. Mendengarkan. Catatan. Kutipan. Salinan. Notes. Excerpts. Islamic. Tashawwuf. Sufism. Darwis.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Cinta, cinta kepada Allah, Ekspresi cinta, Imam Al-Ghazali, Khazanah Cinta dalam Tashawwuf, Qalb, rindu kepada Allah, sufism; tashawwuf, Suluk, Suluk Imam Al-Ghazali dan tag , . Tandai permalink.